Bola.net - Tercecer di peringkat tiga dengan selisih 18 poin dari sang seteru abadi Barcelona, kecil sekali kemungkinan bagi Real Madrid untuk mempertahankan gelar La Liga.
Saat Blaugrana nyaman memimpin perburuan takhta berkat rentetan hasil positif serta rekor nyaris sempurna, Los Merengues justru sering kehilangan tiga angka di laga yang seharusnya bisa mereka menangkan.
Pertanyaannya,
apa yang harus mereka lakukan untuk bersaing dengan Barcelona, atau
paling tidak menggusur Atletico Madrid dari posisi dua?
Berikut
lima sektor yang harus segera diperbaiki Madrid jika mereka serius ingin
mengejar Barcelona atau minimal mencegah melebarnya selisih angka dari
dua rival di atasnya.
1. Kedalaman Skuad
Real Madrid butuh tambahan stok pemain, khususnya di barisan belakang.
Saat melawan Real Sociedad, pertahanan Madrid diisi oleh Michael Essien, Raphael Varane, Ricardo Carvalho dan Alvaro Arbeloa. Tak satu pun dari empat nama itu yang bakal masuk starting line-up jika semua bek yang tersedia berada dalam kondisi fit atau tidak sedang terkena larangan bertanding. Mungkin, satu-satunya yang punya potensi untuk menjadi bek tim sebesar Madrid adalah Varane. Namun, levelnya masih belum sampai di sana.
Carvalho, meski masih cukup solid dan memiliki kemampuan mengambil keputusan yang baik, tapi sudah mendekati akhir karier. Itu bisa dilihat dari kecepatan dan mobilitasnya di atas lapangan. Essien bahkan bukan seorang bek, sedangkan Arbeloa tak bisa selalu memberi rasa aman kala Madrid melakoni pertandingan penting atau yang sifatnya 'tak boleh kalah'.
2. Keutuhan Tim
Melihat situasi di Santiago Bernabeu beberapa pekan belakangan, sepertinya sektor inilah yang paling punya status paling darurat. Madrid takkan bisa mengejar Barca dengan menyimpan perpecahan dalam timnya.
Memang, ini bukanlah hal yang asing di tim sepak bola mana saja. Ketika sederet hasil buruk didapat, tekanan pun memuncak. Ujung-ujungnya, terjadilah saling menyalahkan antara satu pemain dengan pemain lain maupun sang pelatih.
Namun, tekanan di Madrid rupanya sudah mencapai puncak. Hal itu terbukti dengan langkah Jose Mourinho mengkritik para pemainnya di hadapan media. Ruang ganti Los Merengues pun kini diselimuti atmosfer negatif.
Jika tak mau tertinggal lebih jauh dari Barcelona, mereka harus segera menghilangkan konflik antarpersonel dan mulai melangkah dengan menatap satu tujuan yang sama.
3. Posisi Bek Kiri
Cedera pemain, khususnya mereka yang menempati pos bek kiri, merupakan salah satu masalah terbesar Madrid saat ini. Namun, meski semua berada dalam kondisi fit, sepertinya sektor ini tetap menjadi titik lemah mereka musim ini.
Level Marcelo, Fabio Coentrao dan Alvaro Arbeloa tidaklah sesuai untuk ukuran tim yang mengincar gelar Liga Champions ke-10.
Hingga kini, Marcelo adalah pilihan utama di posisi bek kiri. Dia memang piawai dalam membantu serangan, tapi etos kerjanya saat bertahan tidak terlalu bisa diandalkan.
Ada beberapa pilihan di bursa transfer yang bisa menjadi solusi untuk Madrid. Yang paling realistis adalah menggaet Ashley Cole dari Chelsea.
Opsi lainnya lebih mahal, yakni Gareth Bale, yang di posisi aslinya sangup mengundang decak kagum publik sepak bola dunia kala meneror habis barisan pertahanan Inter di Giuseppe Meazza. Selain Bale, ada juga bintang Everton Leighton Baines, salah satu bek kiri terbaik Premier League musim ini.
4. Cara Bertahan Dari Set Piece
Set piece merupakan salah satu kelemahan Madrid musim ini. Madrid sudah kebobolan tujuh gol dari situasi ini di La Liga 2012/13. Jumlah itu sepertiga lebih dari total gol yang telah bersarang di gawang mereka.
Parahnya lagi, gol-gol itu membuat Madrid kehilangan poin berharga saat menghadapi Valencia (imbang), Getafe (kalah), Sevilla (kalah), Barcelona (imbang) dan Espanyol (imbang).
Madrid hanya sekali lolos dari situasi sulit akibat set piece, yakni kala melawan Real Sociedad. Waktu itu, mereka kebobolan dua kali lewat tendangan penjuru, tapi akhirnya berhasil mengamankan tiga angka.
Jika gol-gol itu tak pernah ada, Madrid mungkin sudah berada di peringkat dua dengan keunggulan tiga poin dari Atletico Madrid dan terpaut delapan angka di belakang Barcelona.
5. Kepercayaan Diri
Rentetan hasil negatif dalam beberapa laga terakhir plus mencuatnya konflik internal telah mengikis kepercayaan diri Los Merengues. Hal itu bahkan membuat para suporter serta pemain seolah tak punya semangat untuk menatap ke depan.
Madrid harus bangkit. Salah satu caranya adalah dengan membukukan beberapa kemenangan beruntun. Namun, itu saja belum cukup. Madrid harus mencoba menang dengan skor telak dan, yang lebih penting, tanpa sekali pun kebobolan.
Dengan kualitas yang ada, Madrid pasti bisa melakukannya. Sektor ini wajib dibenahi sebelum datang hari menghadapi raksasa Inggris Manchester United di babak 16 besar Liga Champions.
